Sambutan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan – Muhadjir Efendi Tentang Peluncuran Buku Pedoman Desa Wisata

Setiap Desa memiliki ciri khas dan karakter yang unik, tidak ada desa yang identik baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun budaya dengan desa lainnya. Melalui mandat Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Dana Desa menjadi instrumen strategis untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa. Dana Desa tahun 2021 ini sebesar Rp.72 Triliun untuk 74.961 Desa, diprioritaskan pemanfaatannya untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (CoVID-19) serta upaya adaptasi kebiasaaan baru di Desa. Upaya ini dilakukan dengan menggerakkan simpul-simpul kekuatan Desa dalam pengelolaan sumber daya alam dan menciptakan usaha masyarakat lokal yang memberi nilai tambah ekonomi. Dengan strategi inovasi, semua potensi dan tradisi budaya di Desa menjadi sangat eksotis dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Era globalisasi yang diwarnai dengan triple T-revolution yaitu Technology, Telecommunication Transportation, dan Tourism tentunya akan membawa pergeseran nilai-nilai yang berdampak luas pada semua aspek kehidupan. Demikian pula di sektor pariwisata, harus mengikuti perkembangan jaman dengan Desa sebagai garda terdepan pembangunan sektor saat ini. Pengembangan wisata di Desa dengan berbagai potensinya diharapkan dikelola oleh masyarakat dengan mengadopsi konsep community- based tourism. Pengelolaan pariwisata yang diinisiasi masyarakat lokal dengan didukung kemitraan multipihak, akan memicu semangat pemajuan ekonomi masyarakat Desa secara mandiri, menciptakan masyarakat yang tangguh, dan berdaya saing. 

Kesadaran masyarakat Desa terhadap pengembangan potensi wisata diharapkan mampu menambah citra Indonesia sebagai Heaven on Earth pada kancah global. Pembangunan dan pemberdayaan Desa akan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan dan harapannya dapat menahan dalam rangka pemanfaatan bonus demografi secara optimal dan laju urbanisasi. 

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melalui upaya Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian (KSP) terus mendorong pengembangan Desa Wisata dengan tetap mempertimbangkan protokol kesehatan. Berbagai destinasi dan pengalaman berwisata yang mengangkat keragaman budaya serta kearifan lokal di Desa dapat menjadi tujuan wisata yang menarik. Akhir kata, saya mengapresiasi terbitnya Buku Pedoman Desa Wisata edisi ll ini, dengan harapan menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan dalam mengembangkan Desa Wisata.

 

Sumber : Buku Pedoman Desa Wisata

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *