Sambutan Menteri Komunikasi Dan Informatika Johnny G. Plate Tentang Peluncuran Buku Pedoman Desa Wisata

Indonesia merupakan bangsa yang besar, tidak saja karena luasnya wilayah daratan dan lautan, tetapi juga jumlah penduduk dan kekayaan budaya yang sangat beragam. Dalam 17.491 pulau yang terbentang dari Benggala hingga Papua, terdapat pesona alam yang tidak akan habis untuk dikunjungi. Pantai dengan pasir beragam warna, gunung dengan berbagai lanskap, perairan dengan kekayaan bahari, hingga perkotaan dengan peleburan budayanya memberikan potensi ekonomi wisata yang luar biasa. Kekuatan pariwisata Indonesia tidak hanya terletak pada keindahan alamnya saja, tetapi juga ditunjang oleh budaya, sejarah, adat, kuliner, hingga kreativitas masyarakat. Destinasi wisata di Indonesia pun dapat berkembang pesat tak lepas dari tangan-tangan piawai para penduduk yang meracik makanan, membuat cenderamata, merancang busana, hingga mendesain tempat- tempat untuk dikunjungi. Masing-masing wilayah pun memiliki kearifan lokal dan tradisi yang memberikan karakter serta rasa yang khas terhadap masing-masing daerah. Sebagian besar pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pariwisata merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta Usaha Ultra Mikro (UMKM/UMi), yang juga menjadi penyumbang 60,4% Produk

Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Potensi yang masif ini harus dapat dikelola untuk kemajuan bangsa dan kemajuan masyarakat. Kontribusi ini masih dapat ditingkatkan lagi melalui digital onboarding UMKM/UMi menjadi industri digital kreatif, mengingat saat ini baru 18% UMKM/ UMi yang terdigitalisasi di Indonesia. Di sinilah Pemerintah Indonesia hadir memberikan dukungan untuk digitalisasi sektor pariwisata, termasuk UMKM/UMi di Indonesia di Indonesia melalui pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan program-program peningkatan ekonomi digital. Dari segi infrastruktur, hingga tahun 2020, masih terdapat 12.548 desa/kelurahan dari 83.218 desa/kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G. Kementerian Kominfo dan operator seluler memproyeksikan dapat menuntaskan pembangunan infrastruktur ini pada akhir tahun 2022. Selain pembangunan infrastruktur, Kementerian Kominfo juga mendukung pembuatan aplikasi Jaringan Pariwisata Hub (JP Hub) sebagai tindak lanjut dari Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia. Platform digital ini ditujukan sebagai pintu pengetahuan, pencarian, dan pemesanan destinasi mulai dari tingkat provinsi hingga desa. Selain itu, sepanjang tahun 2020, Kementerian Kominfo juga melakukan pendampingan bagi desa wisata berupa pelatihan Bahasa Inggris untuk pengelola di 66 desa wisata, pemanfaatan toko daring pada 16 BUMDes pariwisata, pelatihan UMKM/UMi melalui Digital Entrepreneurship Academy (DEA), dan memfasilitasi digital onboarding UMKM/UMi melalui program Bangga Buatan Indonesia bersama dengan K/L lain.

COVID-19 memang memberikan dampak pada kepariwisataan Indonesia. Tapi dengan kekuatan wisata yang dahsyat tersebut Indonesia tidak boleh kalah dan harus keluar sebagai pemenang. Untuk itu, pemerintah melalui koordinasi dan kerja sama lintas kementerian lembaga pusat dan daerah mengambil langkah-langkah pemulihan kesehatan dan perekonomian. Demikian halnya Kementerian Kominfo mengambil peran untuk memastikan infrastruktur digital terbangun dan memberikan dukungan yang konkret terhadap kelahiran kembali pariwisata Indonesia. Di mana saat resesi ekonomi pada tahun 2020 lalu, sektor informatika dan telekomunikasi (infokom) mampu mencatatkan pertumbuhan positif 10,58% year-on-year. Momentum ini perlu kita jadikan titik tolak untuk menapaki akselerasi transformasi digital dengan optimisme yang lebih solid menuju Indonesia Terkoneksi: Semakin Digital, Semakin Maju!

Sumber : Buku Pedoman Desa Wisata

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *